Jumat, 17 Januari 2014

New Media

Posted by with No comments

Munculnya saat teknologi media baru menyoroti kurangnya . Fokus utama
teknologi dalam budaya dan media studi dalam cara yang mengelilingi wacana
dan membangun makna budaya kita mengakui bahwa teknologi tidak hanya budaya
dibangun sebagai unit makna , juga secara fisik dibangun dan fisik konstruktif
dari array yang luas dari fenomena budaya . Oleh karena itu , untuk menjadi seorang realis tentang teknologi memerlukan bertanya apa teknologi sebenarnya? kita mengakui bahwa teknologi tidak hanya budaya dibangun sebagai unit makna , juga secara fisik dibangun dan fisik konstruktif dari array yang luas dari fenomena budaya . Oleh karena itu , untuk menjadi seorang realis tentang teknologi memerlukan bertanya apa teknologi sebenarnya. Kami terikat untuk memenuhi sejumlah masalah dalam apa yang berikut . Tujuan kami tidak akan memecahkan
masalah tersebut langsung , melainkan untuk memahami mereka , untuk merasakan jalan di sekitar mereka, seperti meskipun mereka hal-hal tiga dimensi . Dengan cara ini , kami berharap dapat membuat sesuatu yang
tampaknya sangat abstrak dan licin ( arti teknologi ) cukup beton . Tapi , itu akan
mengambil sedikit waktu ! Kami memulai perjalanan ini dengan mempertimbangkan ide besar tentang apa teknologi

Senin, 13 Januari 2014

Digital Televisi

Posted by with No comments
Digital televisi . Istilah digital ini berarti informasi. informasi yang dipecah menjadi serangkaian 1s dan 0s dan dimasukkan ke dalam bentuk yang dapat dengan mudah dimanipulasi oleh microchip yang terletak di jantung dari setiap perangkat digital . digital Ini membedakan komputer dan banyak keturunan berikutnya mereka dari media analog yang lebih tua. Media Analog mengandalkan replika fisik dari fenomena fisik ,seperti suara atau gambar , yang dapat ditularkan atau diawetkan melalui beberapa jenis medium fisik. pertengahan 1990-an dalam komunikasi satelit , dalam pencatatan teknologi televise ini , dan dalam generasi baru set televisi, televisi kabel , di radio dan penyiaran televisi , dan banyak lagi . Industri konvergensi segera diikuti . Dari compact disc ( CD ) ke rekaman digital ( DAT) ke digital video disc ( DVD) dan VCR pintar ( DVR dan TiVo ) , dari televisi definisi tinggi ( HDTV ) untuk multiplexing televisi digital ( DTV ) untuk mengarahkan satelit siaran ( DBS ) ke YouTube , dari sel video yang telepon untuk iPod ke radio atau satelit ( XM , Sirius ) – semua ini menarik pada berbagai bentuk konvergensi industri serta teknologi digital . Kisah

Jumat, 21 Juni 2013

Manusia Dan Kegelisahan

Posted by with No comments



Kearifan Budaya Lokal Cerminan Perilaku Budaya Masyarakat

Posted by with No comments
                                                    DosenMuhammad Burhan Amin









                KEARIFAN BUDAYA LOKAL CERMINAN

                 PERILAKU BUDAYA MASYARAKATNYA

 






                                                                  Gondo Winarko
                                                                 NPM : 53412195
                                                                    Kelas : 1IA22






                                                                




                                                                Program Sarjana
                                                               Teknik Informatika











                                                     Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
                                                      Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan

               KEARIFAN BUDAYA LOKAL CERMINAN

               PERILAKU BUDAYA MASYARAKATNYA

 


Kelas  :  1-IA22
Tanggal Penyerahan Makalah : 26 April 2013
Tanggal Upload Makalah  :  27 April 2013

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan

GONDO WINARKO



                           Program Sarjana Teknik Informatika

UNIVERSITAS GUNADARMA

i


KATA PENGANTAR

            Puji syukur panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan perkenan-Nya penuulis dapat menyelesaikan penulisan makalah. Kearifan Budaya Lokal Cerminan Perilaku Budaya Masyarakat Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan terhadap proses penyusunan makalah ini.
           
Penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan atau memudah kan bagi para pembacanya untuk memahami tentang isi dari, Kearifan Budaya Lokal Cerminan Perilaku Budaya Masyarakat  Hasil akhir yang di harapkan adalah pembaca dapat memahami dan mengapresiasikan dan dapat di contohkan betapa penting nya budaya lokal di sekitar kita.
           
Makalah ini tentu banyak terdapat kekurangan baik maupun dalam hal format penulisan. Maka dari itu, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Sekian, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca nya



           
                                                                                                Jakarta,26 April 2013



Penulis























ii

DAFTAR ISI
Pernyataan ................................................................................................................ ......... i
Kata Pengantar.................................................................................................................... ii
Daftar Isi    .......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang.................................................................................................. 1
         1.2.   Tujuan................................................................................................................ 1
         1.3.   Sasaran............................................................................................................... 1
BAB II PERMASALAHAN
2.1.   Kekuatan (Strength).......................................................................................... 2
2.2.    Kelemahan (Weakness).................................................................................... 2
         2.3    Peluang (Opportunity)....................................................................................... 3
   2.4.   Tantangan/Hambatan (Threats)..........................................................                3

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
         3.1    Kesimpulan........................................................................................................ 3
         3.2.   Rekomendasi..................................................................................................... 3
REFERENSI

 





iii
1.1 LATAR BELAKANG

Sederertan nilai-nilai kerafian budaya lokal akan bermakna bagi kehidupan sosial apabila dapat menjadi rujukan dan bahan acuan dalam menjaga dan menciptakan relasi sosial yangharmonis. Sistem pengetahuan lokal yang seharusnya dapat dipahami sebagai sistem pengetahuan  yang dinamis dan berkembang terus secara kontekstual  sejalan dengan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin heterogen dan kompleks4.

 Ingin pintar tidaklah harus mengejar IPTEK yang kian melesat jauh di luar kemampuan kita. Mulailah mengenal kearifan lokal daerah sendiri, karena kearifan lokal adalah cermin cendikia tempo dulu. Secara mendasar dapat dipahami bahwa kearifan budaya lokal merupakan sistem nilai yang diciptakan sekelompok masyarakat untuk menciptakan budaya dan lingkungan sosial mereka sebagai adaptasi terhadap lingkungan fisik dan biologisnya. Kebiasaan-kebiasaan, praktik, dan tradisi diwariskan dari generasi ke generasi.


1.2 TUJUAN

·         Makalah ini saya buat agar orang-orang di sekitar kita baik muda atau pun tua lebih memahami betapa penting nya budaya lokal.
·         Tulisan atau makalah ini juga disusun untuk menumbuhkan dan menggali rasa kearifan budaya lokal di diri masing-masing pembacanya.
·         Semua orang yang membaca tentang isi dari kearifan budaya lokal harus bisa mencontohkan dan menghargai budaya lokal yg ada di sekitar,
·         Hasil akhir yang di harapkan adalah pembaca dapat memahami dan mengapresiasikan dan dapat menumbuhkan rasa cinta kepada budaya sendiri bisa di sebut budaya lokal.


1.3 SASARAN

Nilai-nilai kearifan budaya lokal jika tidak dijaga dan dipelihara, dikhawatirkan secara berangsur-angsur akan mengalami proses kepunahan karena pengaruh globalisasi. Salah satu upaya untuk menjaganya adalah melalui pemanfaatan budaya lokal dalam proses
pembelajaran di sekolah. IPS sebagai pelajaran yang memegang peran signifikan untuk
mengembangkan kebudayaan diharapkan dapat memberdayakan dan memanfaatkan
dengan sebaik-baiknya budaya lokal yang tersedia. Pembelajaran IPS di sekolah dasar
diharapkan dapat mengembangkan berbagai kemampuan pada diri siswa, khususnya
kemampuan untuk hidup di tengah-tengah lingkungan atau masyarakat tempat siswa
tinggal.










1
Foto: Hahaha :'D BAB II PERMASALAHAN

Penulisan makalah ini memiliki sebuah permasalahan yang mendasari terciptanya penulisan dari sebuah kearifan kepada kebudayaan local sendiri yang ada saat ini semakin lama semakin memudar. Saat ini kami memilih judul “Kearifan Budaya Lokal Cerminan Perilaku Budaya  Masyarakatnya”. Karena permasalahan tentang kebudayaan local saat ini  yang makin lama semakin menghilang sedikit demi sedikit dapat teratasi. Hal ini pun telah menjadi sebuah permasalahan bagi kita semua yaitu masyarakat-masyarakat yang peduli akan sebuah nilai kearifan budaya lokal kita semua.......


2.1 KEKUATAN (Strength)

·         Kita sebagai masyarakat harus bisa menyadari dari mana asal warisan kearifan
tersebut. Agar dapat di terima oleh Generasi berikutnya

·         Pendidikan dasar dan diperlukan tenaga guru yang mempunyai pemahaman yang  memadai akan nilai budaya setempat adalah materi dasar pembentuk sebuah kepribadian yang akan paham nya nilai kearifan budaya lokal

·         Kelompok dan Organisasi masyarakat yang memberikan kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk menyampaikan pendapat yang positif tentang suatu nilai kearifan tersebut

  2.2 KELEMAHAN (Weaknes)
·         Pengaruhnya kebudayaan dari luar yang masuk ke dalam budaya lokal dan memberikan pengaruh untuk mempelajari kebudayaan lokal daerahnya sendiri
.
·         Pemikiran individu yang berbeda dan kurangya pengetahuan sikap egoisme akan setiap individu

·         Kurang nya Dukungan dari pemerintahan  yang masih kurang untuk melaksanakan pemberdayaan kebudayaan lokal yang ada di sekitar kita.





2
2.3 PELUANG (Opportunity)
a)      Pentingnya peranan orang tua untuk memberi masukan tentang kebudayaan lokal
b)      Harus adanya dukungan dari media surat kabar yang selalu memberikan berita tentang kebudayaan
c)      Harus di adakanya seminar yang berhubungan dengan kebudayaan lokal
2.4 TANTANGAN/Hambatan (Threats)
a)      Kurangnya minat untuk mengetahui budaya lokal sendiri
b)      Adanya perbedaan timbuh rasa terhadap kebudayaan lokal sendiri
c)      Pola piker individu yang belum berkrmbanag (SDM)

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.      KESIMPULAN :
Kebudayaan lokal yang ada saat ini di Indonesia harus terus ditingkatkan. Karena hal yang terjadi untuk saat ini makin berkurangnya masyarakat yang mau ngerti atau yang mau paham akan budaya lokal, karena terpengaruh dengan budaya yg lain. Budaya dari luar yang terus masuk ke Indonesia hal ini lah yang menjadi ocal   terbesar yang ada saat ini.
Tetapi semua hal yang di atas tersebut dapat tumbuh kembangkan lagi dengan adanya pola piker yang maju dari setiap warga masyarakat hal yang harus kita gari bawah kan perlu adanya penigkatan pola pikir yaitu SDM masing-masing individual. Hal ini pun tidak luput dari peranan orang tua, pemerintah dan keaktifan warga masyarakat untuk terus mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan agar lebih mencintai kebudayaan ocal yang ada di daerahnya sendiri...

2.      Rekomendasi
Ø  Pemerintah harus terus melakukan pengawasan terhadap kebudayaan local yang ada, untuk saat ini
Ø  Penting nya mendalami atau pun mempelajari kebudayaan local yang ada di Indonesia,
Ø  Pernan penting Pemerintah yang harus menangani masalah pendidikan utbtuk masalah kebudayaan lokal
3
3.      Referensi








Manusia Dan Cinta Kasih Sayang

Posted by with No comments

Manusia Dan Keindahan

Posted by with No comments

Rabu, 20 Maret 2013

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Posted by with No comments

BAB 2


Tinjauan tentang IBD

Posted by with No comments

Senin, 05 November 2012

HUKUM NEGARA DAN PEMERINTAHAN

Posted by with No comments

HUKUM NEGARA DAN PEMERINTAHAN
Hukum adalah kumpulan aturan aturan yang bertujuan untuk mengatur dimana hukum itu sendiri diberlakukan, sedangkan hukuman adalah konsekuensi atau tanggung jawab terhadap kesalahan yang telah kita perbuat.
Sumber sumber hukum :
-          Tertulis yaitu hukum yang nyata bentuknya (dalam bentuk tulisan) contohya adalah UUD 1945
-          Tidak tertulis yaitu hukum yang tidak nyata alias tidak tertulis,  contohnya adalah adat istiadat ataupun norma - norma.

Sifat-sifat dan ciri-ciri hukum :

-          Bersifat mengatur, sesuai dengan tujuan hukum itu sendiri yaitu untuk mengatur.
-          Bersifat memaksa
-          Berisikan larangan larangan atau perintah perintah
-          Mengandung sanksi atau hukuman bagi  yang melanggarnya

Negara
Negara adalah suatu bentuk organisasi yang tercipta karena sekelompok orang yang mempunyai tujuan serta visi misi yang sama terhadap suatu wilayah yang cakupannya lebih luas.

Syarat berdirinya suatu negara :
-          Adanya wilayah
-          Adanya pemerintahan yang berdaulat
-          Adanya penduduk
-          Adanya pengakuan dari negara lain

Tujuan negara adalah untuk mencapai  cita – cita yang diinginkan dan diimpikan oleh negara itu sendiri yang dicerminkan dengan ideologi yang dianutnya.

Bentuk bentuk negara :
-          Negara kesatuan, dimana pemerintahan dipegang oleh pemerintah pusat yang dibantu oleh pemerintah daerah.
-          Negara serikat, dimana terdiri dari negara negara bagian yang tiap tiap negara bagian mempunyai pemimpin sendiri namun tetap bertanggung jawab terhadap presidennya



Pemerintahan
Pemerintahan adalah  suatu bentuk kepemimpinan yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok yang fungsinya adalah mengatur, sedangkan pemerintah adalah istilah kenegaraan yang dimaksudkan kepada orang orang yang menjadi bagian dalam sebuah pemerintahan.

Bentuk pemerintahan :
-          Presidensial , dimana pemimpin negaranya adalah seorang presidden
-          Monarki, dimana pemimpin negaranya adalah seorang Raja atau Ratu

Jadi kesimpulannya adalah antara hukum,negara dan pemerintahan pada dasarnya adalah saling bertalian, dalam suatu negara memerlukan orang orang yang bisa untuk mengatur sebuah negara yaitu pemerintahan, dan pemerintahan itu sendiri memerlukan alat untuk “memaksa” agar terciptanya keteratuan yaitu adalah hukum.
Ada beberapa definisi tentang warga Negara dan Negara. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Oleh karena itu sebagai organisasi, Negara dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan serta dapat menetapkan tujuan hidup bersama. Dengan kata lain Negara mempunyai dua fungsi utama :
  1. Mengatur dan menetertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
  2. Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.

Sifat-sifat Negara antara lain:
  1. Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarki.
  2. Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
  3. Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orange tanpa kecuali.

Unsur-unsur Negara yang harus terpenuhi apabila sebuah Negara ingin diakui :
  1. Harus ada wilayahnya
  2. Harus ada rakyatnya
  3. Harus ada pemerintahannya
  4. Harus ada tujuannyaMempunai kedaulatan

Dalam menjalankan fungsinya sebagai negara, dapat digunakan suatu instrument yang disebut sebagai hokum. Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh Badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan berakibat diambilnya tindakan yaitu dengan hukuman tertentu.

Sumber-sumber hukum antara lain :
  1. Undang-undang
  2. Kebiasaan
  3. Keputusan-keputusan hakim
  4. Traktat
  5. Pendapat sarjana hokum

Unsur penting suatu Negara adalah rakyat. Tanpa rakyat, maka Negara itu hanya ada dalam angan-angan. Termasuk rakyat suatu Negara adalah semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan Negara tersebut dan tunduk pada kekuasaan Negara tersebut.

Berdasarkan peraturan hukum rakyat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu Penduduk dan bukan penduduk.
  • Penduduk adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan Negara yang bersangkutan, diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok (domisili) dalam wilayah Negara itu.
  • Penduduk warga Negara : penduduk yang sepenuhnya dapat diatur oleh pemerintah Negara tersebut dan mengakui Pemerintahnya sendiri
  • Penduduk bukan Warga Negara : atau orang asing adalah penduduk yang bukan warga Negara
  • Bukan Penduduk ialah mereka yang berada dalam wilayah suatu Negara untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di Negara tersebut.
  • Asas kewarganegaraan

Adapun untuk menentukan siapa-siapa yang menjadi menjadi warga Negara digunakan 2 kriteria, yaitu :
  1. Kriteria kelahiran : menurut asas keibubapaan atau disebut pula “Ius sanguinis”. Di dalam asas ini, seorang memperoleh kewarganegaraan suatu Negara berdasarkan asas kewarganegaraan orang tuanya, di manapun ia dilahirkan.
  2. Kiteria menurut asas tempat kelahiran atau “Ius Soli”. Di dalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan Negara dimana dia dilahirkan, meskipun orang tuanya bukan warga Negara dari Negara tersebut

PEMUDA DAN SOSIALISASI

Posted by with No comments

PEMUDA DAN SOSIALISASI

PEMUDA DAN IDENTITAS

Masa remaja adalah masa tarnsisi dan secara psikologis sangat problematis , masa ini memungkinkan mereka berada dalm anomi (keadaan tanpa norma atau hukum , red) , akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua.
Dalam keadaan demikian , seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecendrungan melakukan pelnggaran . kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan , terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus berikut adalah potensi jiwa pemuda yg ada pada saat ini.

POTENSI-POTENSI PEMUDA

a.       Idealis dan daya kritis : secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.

b.      dinamika dan kreatifitas.

c.       keberanian mengambil resiko

d.      optimis dan kegairahan semangat

e.      sikap kemandirian dan disiplin murni

f.        terdidik

g.       keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.

h.      patriotismedan nasionalisme

i.         sikap kesatria

j.        kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi.

PENGERTIAN SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli  
a      Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.
         
            Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.

c           Teman bermain (kelompok bermain
             Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian              Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya 

Media Massa
    Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio,   film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
 
Lingkungan kerja
    Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.
Proses Sosialisasi
Dalam setiap masyarakat akan dijumpai suatu proses pembelajaran seorang individu dalam masyarakat tersebut, misalnya seorang anak mempelajari nilai-nilai dan norma-norma tempat dia menjadi anggota suatu Masyarakat. Proses ini disebut Sosialisasi. Sosialisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses Sosial yang terjadi bila seseorang menghayati dan melaksanakan norma-norma kelompok tempat ia hidup sehingga akan merasa menjadi bagian dari kelompok itu. Dipandang dari sudut kepentingan individu, sosialisasi adalah suatu proses sosial yang terjadi bila seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku kelompok sosialnya.
Ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh seorang individu (anak) dalam proses sosialisasi. Pada tahap awal seorang anak akan belajar dengan lingkungan masyarakat terdekatnya yaitu ayah, ibu, kakak, kakek, atau neneknya yang tinggal serumah. Dalam lingkungan ini si Anak belajar menanamkan segala perasaan, emosi, dan sebagainya yang sesuai dengan kemampuan biologisnya dalam kepribadiannya. Kemudian seiring dengan pertumbuhannya, si Anak mulai belajar kebiasaan lain seperti cara makan, tidur pada saat yang tepat. Selanjutnya, si Anak mulai mengenal lingkungan sosial yang lebih luas seperti tetangga, teman bermain, dan sebagainya. Pada tahapan ini si Anak belajar emosi, perasaan, nafsu yang  dibutuhkannya, belajar aturan, dan pola tindakan yang umum dalam lingkungan sosialnya.


Pemuda dan Identitas

Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.

- Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:

a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan  yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kreativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.

Dalam tahap pencarian identitas inilah terkadang masih menemukan kendala. Apalagi dizaman yang serba bebas sekarang ini. Pergaulan merupakan faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang pemuda. Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat cara media masa, karena banayk sekali sisi positif dan negatifnya. Yang kita takutkan sekarang adalah dari sisi negatinya. Contohnya saja diri video-video yang tidak baik, pembunuhan di kalangan pemuda, pemerkosaan, dll.Dan banyak juga pelaku-pelaku pemuda yang tidak bertanggug jawab. Mulai dari tawuran antar pelajar, perkelahian antar geng, narokoba, dan tindakan asusila lain. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa moral pemuda zaman sekarang sudah menurun dibanding pemuda generasi sebelumnya. Pemuda mulai kehilangan jati dirinya karena mereka cenderung ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang bebas saat ini.

Sangat disayangkan apabila kita melihat pengambaran mengenai pemuda seperti diatas. Karena pemuda mempunyai semangat untuk melakukan perubahan yang sangat berpengaruh dalam meneruskan perjuangan bangsa dan agama. Ada beberapa solusi agar pemuda tidak kehilangan jatidirinya, yaitu sangat dibutuhkan peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi pemuda yang berguna. Selain itu, pendidikan agama dan akhlak yang mulia juga harus ditanamkan kepada para pemuda agar tidak mudah terpengaruh kedalam tindakan kemaksiatan.

  - Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
1. Sosial psikologi
2. sosial budaya
3. sosial ekonomi
4. sosial politik

  - Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.

  - Peran pemuda dalam masyarakat:
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan     lingkungan.
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi

    - Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni:
a. Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa.
b. Orientasi dalam dirinya sendiri
c. Orientasi ke luar hidup di lingkungan

    - Peranan mahasiswa dalam masyarakat adalah:
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization

Oleh karena itu kita sebagai pemuda-pemudi harapan bangsa jangan sampai kehilangan identitas kita. Marilah kita mulai melakukan perubahan dari diri kita sendiri agar kita dapat memajukan bangsa ini dan kita dapat menjadi pemuda yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.

PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya. Pada artikel kali ini saya bermaksud menuliskan pendapat para ahli mengenai pendidikan yang tentunya berbeda beda tergantung pada persepsi masing masing. Artikel ini tentunya akan membuka pikiran kita tentang bagaimana menyikapi pendidikan.

PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pengertian pendidikan menurut Prof. H. Mahmud Yunus
pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Akan tetapi menurut kamus besar bahasa indonesia (1991), Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.

PENGERTIAN PERGURUAN TINGGI
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua:
Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta.
Di Indonesia, perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan universitas. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program pendidikan diploma (D1, D2, D3, D4), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), dan spesialis.
Universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni. Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi.
Pengelolaan dan regulasi perguruan tinggi di Indonesia dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Rektor Perguruan Tinggi Negeri merupakan pejabat eselon di bawah Menteri Pendidikan Nasional.
Selain itu juga terdapat perguruan tinggi yang dikelola oleh kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian yang umumnya merupakan perguruan tinggi kedinasan, misalnya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.
Selanjutnya, berdasarkan undang-undang yang berlaku[1], setiap perguruan tinggi di Indonesia harus memiliki Badan Hukum Pendidikan yang berfungsi memberikan pelayanan yang adil dan bermutu kepada peserta didik, berprinsip nirlaba, dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan pendidikan nasional.