Dengan ini saya
menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat
sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila
terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100
untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
GONDO
WINARKO
Program Sarjana
Teknik Informatika
UNIVERSITAS GUNADARMA
i
KATA
PENGANTAR
Puji syukur panjatkan ke hadirat
Allah SWT, karena hanya dengan perkenan-Nya penuulis dapat menyelesaikan
penulisan makalah. Kearifan Budaya Lokal Cerminan Perilaku Budaya Masyarakat
Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan bantuan terhadap proses penyusunan makalah ini.
Penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan atau memudah kan bagi para
pembacanya untuk memahami tentang isi dari, Kearifan Budaya Lokal Cerminan
Perilaku Budaya Masyarakat Hasil akhir
yang di harapkan adalah pembaca dapat memahami dan mengapresiasikan dan dapat
di contohkan betapa penting nya budaya lokal di sekitar kita.
Makalah ini tentu banyak terdapat kekurangan baik maupun dalam hal format
penulisan. Maka dari itu, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini. Sekian, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca nya
Jakarta,26
April 2013
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Pernyataan ................................................................................................................ ......... i
Kata Pengantar.................................................................................................................... ii
Daftar Isi .......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.................................................................................................. 1
Sederertan nilai-nilai kerafian
budaya lokal akan bermakna bagi kehidupan sosial apabila dapat menjadi rujukan
dan bahan acuan dalam menjaga dan menciptakan relasi sosial yangharmonis.
Sistem pengetahuan lokal yang seharusnya dapat dipahami sebagai sistem
pengetahuan yang dinamis dan berkembang
terus secara kontekstual sejalan dengan
tuntutan kebutuhan manusia yang semakin heterogen dan kompleks4.
Ingin pintar tidaklah harus mengejar IPTEK
yang kian melesat jauh di luar kemampuan kita. Mulailah mengenal kearifan lokal
daerah sendiri, karena kearifan lokal adalah cermin cendikia tempo dulu.Secara mendasar dapat dipahami bahwa kearifan budaya
lokal merupakan sistem nilai yang diciptakan sekelompok masyarakat untuk
menciptakan budaya dan lingkungan sosial mereka sebagai adaptasi terhadap
lingkungan fisik dan biologisnya. Kebiasaan-kebiasaan, praktik, dan tradisi
diwariskan dari generasi ke generasi.
1.2 TUJUAN
·Makalah ini saya buat agar orang-orang di sekitar kita baik muda atau pun
tua lebih memahami betapa penting nya budaya lokal.
·Tulisan atau makalah ini juga disusun untuk menumbuhkan dan menggali rasa
kearifan budaya lokal di diri masing-masing pembacanya.
·Semua orang yang membaca tentang
isi dari kearifan budaya lokal harus bisa mencontohkan dan menghargai budaya
lokal yg ada di sekitar,
·Hasil akhir yang di harapkan
adalah pembaca dapat memahami dan mengapresiasikan dan dapat menumbuhkan rasa cinta
kepada budaya sendiri bisa di sebut budaya lokal.
1.3 SASARAN
Nilai-nilai kearifan budaya lokal jika tidak dijaga dan dipelihara,
dikhawatirkan secara berangsur-angsur akan mengalami proses kepunahan karena
pengaruh globalisasi. Salah satu upaya untuk menjaganya adalah melalui
pemanfaatan budaya lokal dalam proses
pembelajaran di sekolah. IPS
sebagai pelajaran yang memegang peran signifikan untuk
mengembangkan kebudayaan
diharapkan dapat memberdayakan dan memanfaatkan
dengan sebaik-baiknya budaya
lokal yang tersedia. Pembelajaran IPS di sekolah dasar
diharapkan dapat mengembangkan
berbagai kemampuan pada diri siswa, khususnya
kemampuan untuk hidup di
tengah-tengah lingkungan atau masyarakat tempat siswa
tinggal.
1
BAB
II PERMASALAHAN
Penulisan
makalah inimemiliki sebuah permasalahan yang mendasari terciptanya penulisan dari sebuah kearifan
kepada kebudayaan local sendiri yang ada saat ini semakin lama semakin memudar. Saat ini kami memilih
judul “Kearifan Budaya Lokal Cerminan Perilaku Budaya Masyarakatnya”. Karena permasalahan
tentang kebudayaan local saat ini yang makin lama semakin menghilang sedikit demi
sedikit dapat teratasi. Hal ini pun
telah menjadi sebuah permasalahan bagi kita semua yaitu masyarakat-masyarakat
yang peduli akan sebuah nilai kearifan budaya lokal kita semua.......
2.1 KEKUATAN (Strength)
·Kita sebagai masyarakat harus
bisa menyadari dari mana asal warisan kearifan
tersebut. Agar dapat di terima oleh Generasi berikutnya
·Pendidikan
dasar dan diperlukan tenaga guru yang mempunyai pemahaman yang memadai akan nilai budaya setempat adalah
materi dasar pembentuk sebuah kepribadian yang akan paham nya nilai kearifan
budaya lokal
·Kelompok
dan Organisasi masyarakat yang memberikan kesempatan bagi warga negara
Indonesia untuk menyampaikan pendapat yang positif tentang suatu nilai kearifan
tersebut
2.2
KELEMAHAN (Weaknes)
·Pengaruhnya kebudayaan dari luar
yang masuk ke dalam budaya lokal dan memberikan pengaruh untuk mempelajari
kebudayaan lokal daerahnya sendiri
.
·Pemikiran individu yang berbeda
dan kurangya pengetahuan sikap egoisme akan setiap individu
·Kurang nya Dukungan dari
pemerintahan yang masih kurang untuk
melaksanakan pemberdayaan kebudayaan lokal yang ada di sekitar kita.
2
2.3 PELUANG
(Opportunity)
a)Pentingnya peranan orang tua untuk memberi
masukan tentang kebudayaan lokal
b)Harus adanya
dukungan dari media surat kabar yang selalu memberikan
berita tentang kebudayaan
c)Harus di
adakanya seminar yang berhubungan dengan kebudayaan lokal
2.4 TANTANGAN/Hambatan
(Threats)
a)Kurangnya
minat untuk mengetahui budaya lokal sendiri
b)Adanya perbedaan timbuh rasa terhadap kebudayaan lokal
sendiri
c)Pola piker individu yang belum
berkrmbanag (SDM)
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.KESIMPULAN :
Kebudayaan lokal yang ada saat ini
di Indonesiaharus terus ditingkatkan. Karena hal yang terjadi untuk saat ini makin berkurangnya masyarakat
yang mau ngerti atau yang mau paham
akan budaya lokal, karena terpengaruh dengan budaya yg lain. Budaya dari luar yang terus masuk ke Indonesia hal ini lah yang menjadi ocal terbesar yang ada saat ini.
Tetapi semua hal
yang di atas tersebut
dapat tumbuh kembangkan lagi dengan adanya pola piker yang maju dari setiap warga masyarakat hal yang harus kita gari bawah kan perlu adanya
penigkatan pola pikir yaitu SDM masing-masing individual. Hal ini pun tidak luput
dari peranan orang tua, pemerintah dan keaktifan warga
masyarakat untuk terus mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan
agar lebih mencintai kebudayaan ocal yang ada di daerahnya sendiri...
2.Rekomendasi
ØPemerintah harus terus melakukan pengawasan terhadap kebudayaan local yang ada, untuk saat ini
ØPenting nya mendalami atau pun mempelajari
kebudayaan local
yang ada di Indonesia,
ØPernan penting Pemerintah
yang harus menangani
masalah pendidikan utbtuk masalah
kebudayaan lokal
Hukum adalah kumpulan aturan aturan yang bertujuan untuk
mengatur dimana hukum itu sendiri diberlakukan, sedangkan hukuman adalah
konsekuensi atau tanggung jawab terhadap kesalahan yang telah kita perbuat.
Sumber sumber hukum :
- Tertulis
yaitu hukum yang nyata bentuknya (dalam bentuk tulisan) contohya adalah UUD
1945
- Tidak
tertulis yaitu hukum yang tidak nyata alias tidak tertulis, contohnya adalah adat istiadat ataupun norma
- norma.
Sifat-sifat dan ciri-ciri hukum :
- Bersifat
mengatur, sesuai dengan tujuan hukum itu sendiri yaitu untuk mengatur.
- Bersifat
memaksa
- Berisikan
larangan larangan atau perintah perintah
- Mengandung
sanksi atau hukuman bagi yang melanggarnya
Negara
Negara adalah suatu bentuk organisasi yang tercipta karena
sekelompok orang yang mempunyai tujuan serta visi misi yang sama terhadap suatu
wilayah yang cakupannya lebih luas.
Syarat berdirinya suatu negara :
- Adanya
wilayah
- Adanya pemerintahan yang berdaulat
- Adanya
penduduk
- Adanya
pengakuan dari negara lain
Tujuan negara adalah untuk mencapai cita – cita yang diinginkan dan diimpikan
oleh negara itu sendiri yang dicerminkan dengan ideologi yang dianutnya.
Bentuk bentuk negara :
- Negara
kesatuan, dimana pemerintahan dipegang oleh pemerintah pusat yang dibantu oleh
pemerintah daerah.
- Negara
serikat, dimana terdiri dari negara negara bagian yang tiap tiap negara bagian
mempunyai pemimpin sendiri namun tetap bertanggung jawab terhadap presidennya
Pemerintahan
Pemerintahan adalah
suatu bentuk kepemimpinan yang dilakukan oleh beberapa orang atau
kelompok yang fungsinya adalah mengatur, sedangkan pemerintah adalah istilah kenegaraan
yang dimaksudkan kepada orang orang yang menjadi bagian dalam sebuah
pemerintahan.
Bentuk pemerintahan :
-
Presidensial , dimana pemimpin negaranya adalah seorang presidden
- Monarki,
dimana pemimpin negaranya adalah seorang Raja atau Ratu
Jadi kesimpulannya adalah antara hukum,negara dan
pemerintahan pada dasarnya adalah saling bertalian, dalam suatu negara
memerlukan orang orang yang bisa untuk mengatur sebuah negara yaitu
pemerintahan, dan pemerintahan itu sendiri memerlukan alat untuk “memaksa” agar
terciptanya keteratuan yaitu adalah hukum.
Ada beberapa definisi tentang warga
Negara dan Negara. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan
untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Oleh karena itu sebagai
organisasi, Negara dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua
golongan kekuasaan serta dapat menetapkan tujuan hidup bersama. Dengan kata lain
Negara mempunyai dua fungsi utama :
Mengatur dan menetertibkan gejala-gejala kekuasaan
dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan
untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada
tujuan Negara.
Sifat-sifat Negara antara lain:
Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk
menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam
masyarakat dan mencegah timbulnya anarki.
Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa
tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan
perundang-undangan mengenai semua orange tanpa kecuali.
Unsur-unsur Negara yang harus terpenuhi apabila sebuah Negara ingin diakui :
Harus ada wilayahnya
Harus ada rakyatnya
Harus ada pemerintahannya
Harus ada tujuannyaMempunai kedaulatan
Dalam menjalankan fungsinya sebagai negara, dapat digunakan suatu instrument
yang disebut sebagai hokum. Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat
memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang
dibuat oleh Badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap
peraturan-peraturan berakibat diambilnya tindakan yaitu dengan hukuman
tertentu.
Sumber-sumber hukum antara lain :
Undang-undang
Kebiasaan
Keputusan-keputusan hakim
Traktat
Pendapat sarjana hokum
Unsur penting suatu Negara adalah rakyat. Tanpa rakyat, maka
Negara itu hanya ada dalam angan-angan. Termasuk rakyat suatu Negara adalah
semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan Negara tersebut
dan tunduk pada kekuasaan Negara tersebut.
Berdasarkan peraturan hukum rakyat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu Penduduk dan
bukan penduduk.
Penduduk adalah mereka yang telah memenuhi
syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan Negara yang
bersangkutan, diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok (domisili)
dalam wilayah Negara itu.
Penduduk warga Negara : penduduk yang sepenuhnya dapat
diatur oleh pemerintah Negara tersebut dan mengakui Pemerintahnya sendiri
Penduduk bukan Warga Negara : atau orang asing adalah
penduduk yang bukan warga Negara
Bukan Penduduk ialah mereka yang berada dalam wilayah
suatu Negara untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat
tinggal di Negara tersebut.
Asas kewarganegaraan
Adapun untuk menentukan siapa-siapa yang menjadi menjadi warga Negara digunakan
2 kriteria, yaitu :
Kriteria kelahiran : menurut asas keibubapaan atau
disebut pula “Ius sanguinis”. Di dalam asas ini, seorang memperoleh kewarganegaraan
suatu Negara berdasarkan asas kewarganegaraan orang tuanya, di manapun ia
dilahirkan.
Kiteria menurut asas tempat kelahiran atau “Ius Soli”.
Di dalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan
Negara dimana dia dilahirkan, meskipun orang tuanya bukan warga Negara
dari Negara tersebut
Masa remaja adalah masa tarnsisi dan secara psikologis
sangat problematis , masa ini memungkinkan mereka berada dalm anomi (keadaan
tanpa norma atau hukum , red) , akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua.
Dalam keadaan demikian , seringkali muncul perilaku
menyimpang atau kecendrungan melakukan pelnggaran . kondisi ini juga
memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani
bermacam-macam harapan , terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti
karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi
dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus berikut adalah
potensi jiwa pemuda yg ada pada saat ini.
POTENSI-POTENSI PEMUDA
a.Idealis
dan daya kritis : secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan
yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara
wajar mampu mencari gagasan baru.
b.dinamika
dan kreatifitas.
c.keberanian
mengambil resiko
d.optimis
dan kegairahan semangat
e.sikap
kemandirian dan disiplin murni
f.terdidik
g.keanekaragaman
dalam persatuan dan kesatuan.
h.patriotismedan
nasionalisme
i.sikap kesatria
j.kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi.
PENGERTIAN SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup
bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi
cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang terdapat dalam
masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian
sosialisasi menurut para ahli
a Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh
anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.
Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan
wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses
sosialisasi secara formal.
c Teman
bermain (kelompok bermain
Kelompok bermain mempunyai
pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian Dalam
kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya
Media Massa
Media massa
seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik
(televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat
tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Lingkungan kerja
Lingkungan kerja
merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi
pembentukan kepribadian seseorang.
Proses Sosialisasi
Dalam setiap masyarakat akan dijumpai suatu proses
pembelajaran seorang individu dalam masyarakat tersebut, misalnya seorang anak
mempelajari nilai-nilai dan norma-norma tempat dia menjadi anggota suatu
Masyarakat. Proses ini disebut Sosialisasi. Sosialisasi dapat didefinisikan
sebagai suatu proses Sosial yang terjadi bila seseorang menghayati dan melaksanakan
norma-norma kelompok tempat ia hidup sehingga akan merasa menjadi bagian dari
kelompok itu. Dipandang dari sudut kepentingan individu, sosialisasi adalah
suatu proses sosial yang terjadi bila seorang individu mendapatkan pembentukan
sikap untuk untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku kelompok sosialnya.
Ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh seorang individu
(anak) dalam proses sosialisasi. Pada tahap awal seorang anak akan belajar
dengan lingkungan masyarakat terdekatnya yaitu ayah, ibu, kakak, kakek, atau
neneknya yang tinggal serumah. Dalam lingkungan ini si Anak belajar menanamkan
segala perasaan, emosi, dan sebagainya yang sesuai dengan kemampuan biologisnya
dalam kepribadiannya. Kemudian seiring dengan pertumbuhannya, si Anak mulai belajar
kebiasaan lain seperti cara makan, tidur pada saat yang tepat. Selanjutnya, si
Anak mulai mengenal lingkungan sosial yang lebih luas seperti tetangga, teman
bermain, dan sebagainya. Pada tahapan ini si Anak belajar emosi, perasaan,
nafsu yang dibutuhkannya, belajar
aturan, dan pola tindakan yang umum dalam lingkungan sosialnya.
Pemuda dan
Identitas
Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan
konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal
bagi para pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti
kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan
narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan
dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami
apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan
masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami
perubahan.
- Ada beberapa
kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara
lain:
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai
dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kreativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap
dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat
merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.
Dalam tahap pencarian identitas inilah terkadang masih
menemukan kendala. Apalagi dizaman yang serba bebas sekarang ini. Pergaulan
merupakan faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang
pemuda. Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat cara media masa, karena banayk
sekali sisi positif dan negatifnya. Yang kita takutkan sekarang adalah dari
sisi negatinya. Contohnya saja diri video-video yang tidak baik, pembunuhan di
kalangan pemuda, pemerkosaan, dll.Dan banyak juga pelaku-pelaku pemuda yang
tidak bertanggug jawab. Mulai dari tawuran antar pelajar, perkelahian antar
geng, narokoba, dan tindakan asusila lain. Dari contoh tersebut dapat dikatakan
bahwa moral pemuda zaman sekarang sudah menurun dibanding pemuda generasi
sebelumnya. Pemuda mulai kehilangan jati dirinya karena mereka cenderung
ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang bebas saat ini.
Sangat disayangkan apabila kita melihat pengambaran mengenai
pemuda seperti diatas. Karena pemuda mempunyai semangat untuk melakukan
perubahan yang sangat berpengaruh dalam meneruskan perjuangan bangsa dan agama.
Ada beberapa solusi agar pemuda tidak kehilangan jatidirinya, yaitu sangat
dibutuhkan peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi pemuda
yang berguna. Selain itu, pendidikan agama dan akhlak yang mulia juga harus
ditanamkan kepada para pemuda agar tidak mudah terpengaruh kedalam tindakan
kemaksiatan.
- Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan
generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial,
yakni:
1. Sosial psikologi
2. sosial budaya
3. sosial ekonomi
4. sosial politik
- Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda
dewasa ini adalah:
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan
patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap
masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas
pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan
dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut
generasi muda.
- Peran pemuda dalam masyarakat:
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri
dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi
- Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda
ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga
sumbu orientasi hidupnya yakni:
a. Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa.
b. Orientasi dalam dirinya sendiri
c. Orientasi ke luar hidup di lingkungan
- Peranan mahasiswa dalam masyarakat adalah:
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization
Oleh karena itu kita sebagai pemuda-pemudi harapan bangsa
jangan sampai kehilangan identitas kita. Marilah kita mulai melakukan perubahan
dari diri kita sendiri agar kita dapat memajukan bangsa ini dan kita dapat
menjadi pemuda yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.
PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita
dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan
penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.
Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak
terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan
yang sebenarnya. Pada artikel kali ini saya bermaksud menuliskan pendapat para
ahli mengenai pendidikan yang tentunya berbeda beda tergantung pada persepsi
masing masing. Artikel ini tentunya akan membuka pikiran kita tentang bagaimana
menyikapi pendidikan.
PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pengertian
pendidikan menurut Prof. H. Mahmud Yunus pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja
dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan
keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si
anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta
seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
Akan tetapi menurut kamus besar bahasa indonesia (1991), Pendidikan diartikan
sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan
pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik.
Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai
pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.
PENGERTIAN PERGURUAN TINGGI
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara
pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan
tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya, perguruan
tinggi dibagi menjadi dua:
Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh pemerintah.
Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh pihak swasta.
Di Indonesia, perguruan tinggi dapat berbentuk akademi,
institut, politeknik, sekolah tinggi, dan universitas. Perguruan tinggi dapat
menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program
pendidikan diploma (D1, D2, D3, D4), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3),
dan spesialis.
Universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki
program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa)
kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan
jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi,
kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni. Sebutan guru besar atau
profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja
sebagai pendidik di perguruan tinggi.
Pengelolaan dan regulasi perguruan tinggi di Indonesia
dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Rektor Perguruan Tinggi Negeri
merupakan pejabat eselon di bawah Menteri Pendidikan Nasional.
Selain itu juga terdapat perguruan tinggi yang dikelola oleh
kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian yang umumnya merupakan
perguruan tinggi kedinasan, misalnya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang
dikelola oleh Kementerian Keuangan.
Selanjutnya, berdasarkan undang-undang yang berlaku[1],
setiap perguruan tinggi di Indonesia harus memiliki Badan Hukum Pendidikan yang
berfungsi memberikan pelayanan yang adil dan bermutu kepada peserta didik,
berprinsip nirlaba, dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan
pendidikan nasional.